Siapa bilang tangga tidak bisa menjadi gaya yang bisa menambah cantik dan unik interior rumah kita. Jika kita jeli, tangga tidak hanya akan menjadi penghubung antara lantai dasar dan lantai di atasnya melainkan juga menjadi cerminan interior penghuninya.


Bila Anda menginginkan unsur kayu, peminat dapat memberikan sentuhan kayu pada tangga. Lain halnya jika Anda menginginkan tangga sebagai penopang yang kuat dan kokoh, jangan ragu untuk membuat tangga berbahan semen solid, betonan, baja.


Jika anda ingin, gabungan dari unsur itu bisa menjadi pilihan. Kombinasi antara beton dan kayu inilah yang sedang sangat digandrungi sebagai tangga rumah minimalis.Tangga dibuat dari beton yang setiap anak tangganya menempel ke dinding secara independen, sehingga terkesan mengapung di udara dengan menampilkan bentuk yang transparan atau menembus ke ruang lainnya.


Anak tangga sengaja dibuat tipis untuk membuang kesan berat dari beton. Sementara untuk pegangan tangga disarankan untuk memadukan unsur kayu dan besi. Besi dipakai untuk tulang penyangga sementara kayu untuk pegangannya. Anak tangga yang menggunakan beton disarankan berbentuk dua tanjangan yang di antaranya memiliki board list atau ruang jeda saat naik.


Board list, selain berfungsi mengurangi lelah saat menapaki tangga, juga bertujuan membuat kecuraman tangga bisa diatur sesuai selera. Terkait bahan penutup anak tangga, gaya minimalis biasanya menutup beton dengan keramik dop atau keramik yang memiliki warna yang buram. Keramik jenis ini membuat tangga tidak licin. Sementara jika menggunakan keramik bukan dop akan licin dan sudah pasti berbahaya bagi pengguna tangga.


Bagi yang menginginkan unsur kayu mendominasi tangga di rumahnya, disarankan agar menggunakan kayu Jati. Namun, jika tidak memiliki cukup dana, karena tingginya harga jati, tidak ada salahnya untuk beralih ke kayu kamper Samarinda, atau kayu jenis nyaktoh.


Dua jenis kayu ini, selain harganya terjangkau juga memiliki ketahanan yang kuat untuk dijadikan tangga. Tangga kayu, menurut Husni, dapat digunakan pada jenis rumah apa pun dengan ukuran rumah yang beragam pula. Sementara untuk pegangan kayunya bisa memadupadankan kayu dan besi, atau kayu solid yang dibentuk dan dibuat sekokoh mungkin sehingga membuat aman penggunanya.


Penggunaan besi pada tangga kayu, dapat ditempatkan untuk pengaman tangga. Bisa berbentuk kontemporer yang hanya lurus, atau bisa juga memadukannya dengan besi tempa, yang bisa berbentuk bunga atau daun. Untuk rumah yang memiliki luas memadai, disarankan menggunakan tangga berbahan semen solid atau beton. Itu karena tangga beton biasanya terkesan berat, dan memerlukan ruang yang lebih besar dari pada tangga kayu.


Pegangannya pun bisa murni hanya menggunakan beton, atau memadupadankannya dengan unsur lain, stainles stell, atau besi. Untuk anak tangga bisa digunakan kayu solid atau keramik.


Agar tangga beton tidak kaku, disarankan pemilik tangga melapisi anak tangga dengan keramik atau kayu. Jenis kayu untuk anak tangga ini ada dua macam, kayu solid yang dapat dengan mudah diperoleh dipasaran, dan kayu parlet atau kayu olahan pabrik yang kuat dan tahan gores.


Kayu solid dapat ditempelkan ke anak tangga dengan mengelem setiap ujungnya. Untuk mengalihkan kesan tempelan ada list yang bisa menyamarkan tempelan tersebut, siku list direkatkan di antara kayu dan beton.


Parlet berbahan kayu olahan berukuran 20 x 10 cm, digunakan dengan merekatkan setiap ujungnya. Pemasangannya sangat simpel kendati dari segi harga lebih mahal daripada kayu solid. Untuk diketahui kayu parlet ini masih diimpor dari luar negeri. Bagi anda yang ingin memadupadankan unsur kayu, beton dan besi, untuk tangga anda, jangan ragu-ragu.

 

 

Sumber: www.wayantulus.com