Ketika musim hujan tiba, kerap kali dinding di rumah timbul bercak-bercak yang membuat tampak buruk di dinding rumah. Beragam penyakit musimanpun saat hujan tiba, termasuk noda rembesan air yang melanda dinding rumah kita. Apabila tidak segera diatasi, rembesan air itu tidak hanya akan membuat tampilan dinding tidak sedap dipandang, tetapi juga dapat membuat dinding keropos/rapuh.


Sebelum melakukan tindakan untuk memperbaikinya sebaiknya kita telusuri sebab yang menjadikan terjadinya rembesan pada dinding. Hal ini akan lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya karena kita menemukan 'penyakit' yang jadi sumber penyebab terjadinya rembesan di dinding. Penyebab dari rembesan tersebut biasanya sangat beragam, namun pada umumnya air yang merembes pada rumah berasal dari air hujan, air kondensasi AC, air tanah, air bersih maupun air kotor yang berada di saluran pipa rumah. Pada prinsipnya, rembesan terjadi karena adanya celah atau saluran yang dapat dilalui oleh air. Hal ini terjadi karena air memiliki sifat selalu mengalir pada retakan meski celahnya sangat halus sekalipun.Berikut cara mengatasinya:

1. Plesteran dinding

Perhatikan plesteran dinding karena bisa jadi ini adalah penyebab yang paling sering terjadi dari rembesan air tersebut. Plesteran dinding yang paling ideal untuk menahan air adalah dengan menggunakan perbandingan semen : pasir = 1:2 (1 bagian semen dan 2 bagian pasir). Perbandingan plesteran ini biasa digunakan untuk trasraam (adukan dengan perbandingan khusus yang dibuat agar lebih tahan air). Adukan transraam terutama digunakan pada kamar mandi, ruang cuci dan dapur untuk menghindari kelembaban dinding dan rembesan air.


Adukan trasraam lumayan mahal, oleh karenanya banyak kontraktor yang menggunakan perbandingan adukan 1:5 untuk dinding dan lantai rumah. Sebenarnya perbandingan ini sudah cukup, namun apabila menghendaki dinding yang tahan dari rembesan air sebaiknya menggunakan perbandingan yang lebih kecil, seperti misalnya 1:3 atau 1:2.


2. Pemasangan batu bata

Ketika melakukan pemasangan batu bata, pastikan agar batu bata telah direndam di dalam air terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar batu bata menyerap air dan menutup pori-pori batu bata. Apabila memasang bata dalam keadaan kering akan mengakibatkan penyerapan air dikala musim hujan atau ketika dinding menerima limpahan air. Oleh karena pori-pori bata tidak sama besarnya (beragam), maka akan ada bagian bata yang basah dan lainnya kering. Sehingga timbullah flek-flek yang tidak meratya di dinding. Untuk itu, perhatikan baik-baik ketika memasang bata agar direndam di dalam air untuk menutup pori-porinya agar dikemudian hari tidak menyesal karena menimbulkan masalah dinding merembes.


3. Sistem pemipaan (talang air)

Kita harus pandai-pandai dalam memilih beragam material untuk talang air. Mulai dari jenis dan kualitas talang air maupun besar kecilnya talang air yang digunakan di rumah kita akan mempengaruhi timbulnya rembesan air di dinding. Kualitas bahan talang air yang kurang bagus, ukuran talang air yang tidak sesuai ditambah pemasangan yang tidak tepat dapat menyebabkan air meluber dan mengalir ke tempat-temapat yang rawan rembes.


4. Bangunan tetanggga dan lahan kosong

Perlu diperhatikan juga bangunan tetangga yang bersebelahan langsung dengan rumah kita. Terutama apabila dindingnya menempel dengan dinding rumah kita. atau rumah kita merupakan yang menggunakan dinding tunggal. Maka perlu di cek ruangan tetangga digunakan untuk kamar mandi, dapur, ruang cuci atau ruang yang selalu berhubungan dengan air.


Dinding yang bersebelahan dengan lahan kosong dapat mengakibatkan dinding merembes. Untuk itu sebaiknya untuk dinding bagian ini dipergunakan perbandingan plesteran 1:2 (trasraam) atau 1:3. Atau bisa juga dengan lapisan cat antibocor (waterproofing).


5. Membangun di kala musim hujan

Sebaiknya menghindari membangun rumah dikala musim hujan, karena banyak material bangunan yang akan mengandung air. Kalaupun terpaksa membangun dikala musim hujan, sebaiknya material bangunan ditutup terpal atau disimpan ditempat yang terlindung dari genangan air.


6. kebocoran pada pipa saluran air

Kebocoran yang snagat halus pada pipa saluran air dapat menyebabkan rembesan air yang akan berakibat fatal di dinding. Untuk itu, cek bagian mana yang terdapat bercak rembesan lalu segera ganti/perbaiki pipa saluran tersebut agar rembesan tidak berkelanjutan.


7. Cat dinding

Perhatikan pemilihan kualitas cat dinding. Akan lebih baik apabila memilih untuk menggunakan cat kedap air (waterproofing) terutama untuk bagian-bagian dinding yang rawan dengan rembesan.

 

 

Sumber: http://imagebali.net